Kunci yang Terselip

| Sabtu, 20 Oktober 2012

Hari ini aku dikagetkan dengan kunci motor yang tiba-tiba menghilang, resah, panik dan khawatir mulai muncul. Namun setelah dicari-cari ujungnya malah menjadi sesuatu yang konyol dan lucu, haha haha, beginilah kronologi kejadiannya:

Jumat itu pagi-pagi sekali seperti biasanya bangun tidur langsung melihat handphone, berharap ada sms masuk dan penting. Kaget dan males seketika saat membaca sms yang berisi pengumuman untuk hadir di koperasi mahasiswa jam 8, sedangkan itu rendaman pakaian yang sudah menginap di kamar mandi semalaman belum dicuci. Dan akhirnya dengan kecepatan tangan jiwa pegawai laundryku muncul, alhasil Cuma butuh waktu 15 menit untuk nyuci pakaian yang seabreg itu.

Setelah memanaskan motor vario 2009 berwarna pink sekitar 5menitan aku berangkat ke kampus jam 8 tepat. Setibanya disana langsung aja nyimpan tas soren Eiger berwarna hitam di atas karpet yang selalu terbuka dan aku ragu bahwa karpet itu bersih, haha. Perlu diketahui juga bahwa tas soren itu adalah tas yang dibeli sejak kelas VIII dan karena perawatan yang baik jadi masih layak untuk dipakai. Setelah masuk ke dalam dan menyimpan tas hitam itu aku langsung bergegas mengambil sapu dan menyapu di halaman kopma.

Waktu terus berlalu, dan akhirnya tiba saat-saat untuk menjelang Shalat Jumat. Dengan santainya nyuruh cewe yang di dalam untuk ngambilin tas hitamku. Aku cari-cari kunci di dalam tas dan ga ada, aku masuk ke dalam dan mencari di lantai dang a ada juga, aku bomhkar-bongkar barang barangkali terselip dang a ada juga, seketika kaget dan resah tapi yah apa daya deh udah ga ada, akhirnya berangkat jumatan pun jalan kaki.

Setelah jumatan lucunya tuh karena aku masih penasaran aku balik lagi ke kopma dan obrak-abrik lagi tuh lantainya dan masih ga ketemu, huh hari yang menyebalkan. Tiba-tiba ada sms masuk dan itu dari personil perintis komunitas musik bamboo yang isinya mengajak untuk berlatih ke Cicalengka. Tanpa pikir panjang dank arena sudah janji juga untuk ikut yah akhirnya masalah kunci ini dilupakan dulu sejenak.

Latihan musik bambu sangat manjur melupakan masalah, tapi setelah latihan selesai kembali panik  lagi, dan tak lama dari itu adzan magrib berkumandang. Sesaat bersedih, tapi ya sudahlah biarin aja itu motor diparkir berhari-hari di depan sana pikirku, semoga aja nanti ada yang nemu kuncinya, dan akhirnya aku memutuskan untuk menginap di kopma malam itu karena takut motornya tiba-tiba nyala dan ada yang bawa. Dan malam pun berasa cepat karena tidurnya nyenyak.

Esok paginya, Sabtu aku bangun pagi-pagi sekali dan bergegas beres-beres kopma yang sudah disulap menjadi kamar kosan yang berantakan. Satu persatu mahasiswa mulai bermunculan, lah ko kan hari sabtu tapi ada mahasiswa?? Ada dong, kampus ini diisi dengan kegiatan-kegiatan wajib bagi para Maru, jadi walaupun weekend setidaknya kampus tidak akan sepi.

Jam 8 tepat aku pulang untuk mandi dan makan. Nah dan seperti kebiasaan pada umumnya aku ambil handuk dan melepas baju yang sedang dipakai. Aku keluarkan semua isi saku celana, dan kaget bukan main ketika tanganku dimasukkan ke saku kanan belakang, hanya diraba dan ga berani ngeluarin, dan setelah beberapa saat diam aku ambil isi saku dan ternyata Kunci Motorn yang selama ini aku khawatirin dan aku cari ada di dalam saku dan terus dibawa kemana-mana. Hhahha. Dan sampai saat ini aku ga mau cerita ke siapapun dimana aku temuin  itu kunci, kalo ada yang nanya aku jawab aja “ada di kolong bangku kopma” hahaha


0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲